Tips Crafting Esai untuk Kuliah di Luar Negeri

Banyak orang mempunyai mimpi tinggi untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Hampir setiap perguruan tinggi memiliki ketentuan atau syarat untuk bisa masuk ke perguruan tingginya dengan jalur membuat esai. Nah, salah satu hal yang perlu dipersiapkan adalah esai yang sesuai dengan standar dan isi yang memenuhi ekspektasi setiap kampus. Terlebih untuk kalian yang ingin masuk ke perguruan tinggi dengan beasiswa. Ada banyak parameter yang perlu diperhatikan untuk membuat sebuah esai yang tidak hanya bagus, tapi juga memuaskan.

Pelajari Personal Statement and Motivation Letter for University

Kedua hal ini pada dasarnya sama saja. Personal Statement dan Motivation Letter adalah sebuah dokumen atau esai berisi tulisan kita yang menjelaskan tujuan atau motivasi kenapa kita mau mendaftar ke universitas atau beasiswa tersebut. Kata kunci yang perlu kamu ingat jika itu Personal Statement adalah ‘person’. Jadi esai ini akan menjelaskan kepada pihak universitas tentang siapa dirimu. Kamu bisa membahas tentang latar belakangmu, prestasimu, hingga semua pengalaman yang menjadi titik balik dalam hidupmu. Sedangkan Motivation Letter ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa pilihan studimu benar-benar logis dan sesuai dengan passionmu. Saat menyusun surat ini, kamu harus mengumpulkan semua pertanyaan yang bisa muncul mengenai motivasimu dan mencari cara untuk menjawabnya sebaik mungkin.

Mencakup Past, Present, dan Future Kalian

Setiap esai yang kalian buat harus mencakup semua hal yang berhubungan pada diri kita dari masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Setiap pengalaman yang sudah kamu lalui dari masa lalu hingga sekarang penting untuk kamu jabarkan dalam esaimu. Karena dari track record itu, bisa memperlihatkan gambaran keunggulan yang kamu miliki. Misalnya saja, pengalaman S1 kamu di mana, pengalaman kerja di mana dan berapa lama, pernah mengikuti volunteer atau tidak, hingga tujuan kamu di masa depan ingin kuliah di mana. Terkait future ini, kamu menjelaskan alasan kenapa kuliah itu penting dan kamu juga bisa menjelaskan apa yang akan kamu lakukan setelah lulus kuliah dari sana. Penting untuk menjelaskan visi kamu ke depannya. Misalnya, kamu mau bekerja di bidang apa, kontribusi apa yang akan kamu berikan setelah lulus kuliah, atau bagaimana kamu mengimplementasikan hasil studimu setelah kuliah.

To The Point

Kamu perlu memperhatikan esaimu untuk selalu pada poin. Hindari penulisan yang tidak diperlukan. Pada saat membuat esai, kamu memang menuliskan fakta-fakta, namun itu semua sebetulnya tidak penting untuk diketahui. Misalnya saja, kamu menjelaskan mengenai jurusan ketika S1. Setelah itu, kamu menjelaskan mata kuliah – mata kuliah yang kamu pelajari selama di perguruan tinggi. Hal ini tentu tidak diperlukan mengingat hanya akan membuat esaimu bertele-tele dan membosankan. Jadi, pastikan kamu untuk selalu to the point ya!

Connect The Dots

Kesinambungan juga perlu diperhatikan lho. Ketika kamu punya pengalaman bagus, tetapi satu dengan yang lainnya tidak berhubungan, hal itu bisa mengurangi poin pada esaimu. Semua pengalaman harus relevan. Bagaimana untuk menyambungkan penjelasan setiap pengalaman yang kamu miliki tadi agar terlihat lebih runtut, mengalir, dan saling bersinambung?

Misalnya saja kamu kuliah di jurusan komunikasi dan pernah mengikuti volunteer untuk anak berkebutuhan khusus. Dari jurusan yang kamu ambil itu, kamu bisa mengaitkan kegiatanmu selama menjadi volunteer. Setelah itu, kamu juga bisa menambahkan visi dan tujuan hidup kamu di masa depan, seperti membuat komunitas peduli anak berkebutuhan khusus, mendirikan riset, dan sebagainya.

Humanized Essay

Menunjukan keunikanmu kepada juri memang penting, tapi perlu diperhatikan juga jangan sampai kamu berlebihan atau terlalu menonjolkan keunikanmu. Esaimu harus terlihat manusiawi, alih-alih menunjukan kalau kamu itu adalah orang yang sempurna. Perhatikan untuk:

-Jangan hanya copy-paste isi dari CV

-Jangan cuma memberi tahu kesuksesanmu

-Ketika kamu pernah gagal, tuliskan!

Dalam esaimu tidak apa-apa loh kamu menunjukan kegagalan yang pernah kamu alami. Tapiiiiā€¦ Kamu juga harus mencantumkan solusi untuk menghadapi kegagalan tersebut. Tambahkan juga bagaimana keadaanmu ketika sedang menghadapi kendala atau suatu masalah. Apakah menjadi menyerah, putus asa, atau justru menjadi pribadi yang lebih baik.

Proofread

Yang terakhir ini memang dikhususkan bagi kalian yang ingin kuliah di luar negeri. Karena esaimu akan menggunakan bahasa Inggris. Ketika kamu merasa kurang menguasai, kamu bisa banget meminta bantuan ke teman kamu yang lebih paham. Grammar dan kebahasan adalah hal yang krusial, mengingat esai adalah karya tulis formal. Tips nih, tidak perlu kamu pakai kalimat yang kompleks atau terlihat grande tapi salah. Lebih baik kamu menggunakan kalimat yang simple tapi benar.

Leave a Comment