Membangun Kepercayaan Diri Demi Kesuksesan Esok Hari

Generasi muda saat ini masih sering mengalami krisis percaya diri. Padahal sifat yang satu ini sangat berguna untuk masa depan. Ketika di masa sekarang kamu minderan dan suka insecure, figure kamu di masa depan bisa terancam. Mengenali potensi diri merupakan kunci utama membuka segala peluang kesuksesan di masa depan. Dengan mengenali kelebihan-kelebihan yang kamu miliki menjadikan kamu tahu tujuan hidup dan sadar potensi lain yang perlu kamu kembangkan.

Berfokus pada potensi

Langkah pertama yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan rasa PeDe adalah dengan berfokus pada potensi, bukan keterbatasan. Dengan kata lain, kamu tahu apa yang penting untuk dijadikan fokus dan kamu kembangkan, sehingga tidak terkekang oleh keterbatasan dan kondisi yang tidak mendukung.

Sekalipun menghadapi masa-masa sulit, ingatlah bahwa diri kamu merupakan pribadi yang unik, spesial, berharga, dan kamu pantas untuk meraih kebahagiaan atau keberhasilan.

Mengenal diri sendiri

Sebagaimana mengenali potensi, penting juga untuk mengetahui hal-hal yang menjadi keterbatasan, baik yang berasal dari diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Mengetahui dan mengakui keterbatasan diri adalah bagian penting dari pendewasaan. Dengan mengenali kekurangan diri kamu, kamu bisa tempat mana yang sekiranya kurang tepat menjadi wadah kamu berkarier. Lebih dari itu justru bisa menjadi pemacu untuk mengatasi kekurangan diri kamu.

Imajinasikan pencapaian dan keberhasilan

Pernah mendengar kalimat ‘fake it until you make it’? Nah, ini momen tepat bagi kamu untuk menerapkan ‘kebohongan’ tersebut.

Mengacu pada penelitian Self-confidence and Personal Motivation oleh Roland Bénabou dan Jean Tirole, self-deception atau menipu diri sendiri adalah bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan diri. Dengan ‘tipuan’ yang sengaja diimajinasikan itu, seseorang menciptakan gambaran baru pada memorinya, seolah-olah dirinya mampu melakukan hal sebaliknya.

Dengan membayangkan dan yakin atas keberhasilan, meskipun itu belum terjadi, seseorang bisa menjadi terbiasa sehingga membawa kebiasaan baru. Kebiasaan untuk membangun optimisme bisa melakukan sesuatu.

Turut menekankan pentingnya kepercayaan diri, Roland Bénabou dan Jean Tirole memaknainya sebagai dorongan fundamental manusia. Kepercayaan diri tersebut memengaruhi segala keputusan hidup, bahkan berpengaruh pada kondisi ekonomi.

Contohnya dengan ‘berpose’, yakni berdiri tegak, mengangkat dagu, dan tersenyum maka akan terlihat percaya diri. Walau awalnya hanya terlihat, lama-lama terbiasa dengan keyakinan semu itu bahwa kamu itu percaya diri.

Profesor dari Harvard Amy Cuddy menjelaskan keberhasilan pose tersebut meningkatkan kepercayaan diri. Gestur dan struktur fisik atau disebutnya ‘Power Pose’ memengaruhi kondisi fisiologis, ditandai dengan pelepasan testosteron yang meningkatkan rasa berani.

Hobby sebagai bentuk mengekspresikan emosi

Carilah hobby dan lakukan yang sekiranya bisa membuat kamu tenang dan membantu mengekspresikan emosimu. Misalnya, ikut kelas yoga, les musik, atau kegiatan seni lainnya. Dengan begitu bisa melepas stres, bahkan meningkatkan kepuasan terhadap diri sendiri ketika bisa melakukan suatu hal baru.

Berani

Kesadaran seseorang akan rendahnya kepercayaan diri berpotensi semakin menurunkan kepercayaan diri. Mengatasi itu, kamu tidak perlu ragu untuk mengambil tindakan proaktif. Kalau merasa sulit untuk percaya diri, jadilah berani. Karena dengan berani dan tidak lagi malu-malu adalah solusi meningkatkan kepercayaan diri.

Source: www.forbes.com

Leave a Comment