Kritis Sebelum Quarter Life Crisis

Kita pasti pernah mengalami sebuah periode di mana kita merasa cemas, ragu, gelisah, dan bingung terhadap tujuan hidup. Tidak hanya tujuan, tetapi kondisi ini terjadi pula pada orang yang ragu pada masa depan dan kualitas hidup. Misalnya seperti pekerjaan, hubungan dengan orang lain, hingga keuangan. Quarter life crisis ini sebenarnya hanya sebuah fase di kehidupan kita untuk menuju fase kehidupan selanjutnya. Kita tidak perlu menghadapinya dengan ketakutan apalagi dengan kebingungan yang berlebihan. Perasaan takut dan bingung yang berlebih itu, justru hanya membuat kita semakin krisis dan terjebak di dalamnya.

Dari istilah “quarter” kita bisa menebak usia orang yang sedang berada di fase ini ada di seperempat abad hidupnya, 25 tahun. Namun, tidak jarang pula yang merasakan krisis ini sebelum usianya menginjak 25.

Fase ini tidak bisa dihindari oleh sebagian besar orang. Mereka yang tidak mempersiapkannya sedari awal bisa mengalami krisis yang menyulitkan diri mereka. Orang yang berada dalam krisis ini kebanyakan kehilangan motivasi hidup, merasa gagal, kehilangan percaya diri, dan merasa kehilangan makna hidup. Dalam kondisi yang lebih buruk mereka akan mengucilkan diri dan menarik diri dari pergaulan.

Sebelum kita menginjak fase quarter ini, ada beberapa hal yang bisa kamu persiapkan agar krisis di perempat usiamu tidak separah itu.

Pertama, perbaiki lingkungan kamu

Lingkungan dan teman dekat punya peran sebagai tempat bersandar atau berkeluh kesah saat kamu sedang punya masalah. Tinggal apakah saat ini semua teman dan lingkungan kamu selalu memberikan pengaruh baik atau tidak.

Semua kembali lagi bagaimana menyikapinya. Jika kamu berteman dengan seseorang yang dapat memberikan pengaruh buruk, kamu bisa saja tetap berteman, komunikasi, dan saling bertukar pikiran. Namun, kamu harus bisa menyikapi dan memegang prinsip bahwa kamu memiliki kehidupan yang berbeda dengan mereka. Memperbaiki lingkungan bukan berarti menyingkirkan, tetapi lebih kepada bagaimana bisa membatasi diri serta menyeleksi pengaruh mana yang harus ditiru dan pengaruh mana yang harus disingkirkan.

Kedua, berkomitmen dan belajar dari kesalahan

Jika langkah pertama tadi sudah kamu kerjakan, mulai sekarang kamu harus berkomitmen terhadap tujuan yang ingin kamu capai. Melakukan komitmen ini memang sulit, bisa saja suatu waktu kamu menyerah di tengah jalan bahkan menyerah sebelum memulai.

Berusahalah untuk berkomitmen dan belajar dari kesalahan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Wajar kok jika dalam perjalanan hidup kamu melakukan kesalahan, banyak kesalahan. Tinggal kamu mau mengakuinya atau tidak. Cari hikmah yang dapat diambil sehingga siap dengan berbagai solusi jika hal serupa terjadi.

Ketiga, meningkatkan skills

Keterampilan perlu terus diasah dan otak harus selalu diberi asupan ilmu, sama seperti halnya perut yang perlu memperoleh nutrisi secukupnya. Jika otak sudah tidak terbiasa belajar, maka daya pikir seseorang bisa jadi tumpul sehingga kemampuan untuk berkreasi semakin berkurang.

Empat, investasi untuk masa depan

Salah satu hal yang dapat kamu lakukan untuk menyiapkan masa depan adalah menabung. Proses menabung ini dapat melatih kedisiplinan, komitmen, dan melatih kamu bersabar langkah demi langkahnya dalam meraih tujuan hidupmu itu.

Lima, rendah hati

Salah satu sikap yang perlu kamu miliki adalah rendah hati. Sikap ini menjadi kunci agar kamu lebih mudah diterima khalayak banyak. Kamu akan mudah diterima ketika kamu memiliki sikap rendah hati ini. Kamu bisa mengimplementasikan salah satu hal yaitu menjunjung tinggi norma sopan santun di manapun kamu berada. Mulai dari cara berpakaian, cara berkomunikasi, dan menghormati budaya orang lain dengan menghargai cara-cara mereka mengekspresikan diri.

Buat kamu yang sudah di masa krisis perempat jalan ini, Quarter Life Crisis (QLC) tidak akan selesai jika hanya diratapi. Cuma meratapinya, justru akan membuatmu berkutat pada satu kebingungan ke kebingungan yang lain. Bagi kamu yang ingin mempersiapkan agar krisis ini tidak menghantuimu di masa depan, persiapkan dirimu dengan benar.

Leave a Comment